JAKARTA,KKA.COM– Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi mempertandingkan 71 cabang olahraga. Selain itu, DKI Jakarta ditetapkan sebagai daerah penyangga dalam pelaksanaan sejumlah pertandingan karena memiliki fasilitas olahraga yang lengkap dan berstandar internasional.
Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Tahun 2026 yang mengusung tema “PON sebagai Program Strategis Nasional untuk Mewujudkan Sasaran Asta Cita di Bidang Olahraga”, yang berlangsung di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Dengan dilibatkannya DKI Jakarta, PON XXII 2028 akan mencatat sejarah sebagai pesta olahraga nasional pertama yang diselenggarakan di tiga provinsi sekaligus, yakni Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan DKI Jakarta.
Sebelumnya, NTB dan NTT telah ditetapkan sebagai tuan rumah utama penyelenggaraan PON XXII. Namun, dalam perkembangan terbaru, DKI Jakarta dipercaya menjadi daerah penyangga untuk beberapa cabang olahraga yang membutuhkan fasilitas berstandar internasional dan infrastruktur yang lebih memadai.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia, Marciano Norman, menegaskan bahwa penyelenggaraan PON XXII/2028 akan lebih difokuskan pada cabang olahraga Olimpiade sebagai bagian dari strategi peningkatan prestasi olahraga Indonesia di tingkat dunia.
Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan upaya pembinaan atlet nasional agar lebih kompetitif dalam menghadapi berbagai ajang internasional, termasuk Olimpiade dan kejuaraan dunia.
Marciano juga menjelaskan bahwa setelah penetapan jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan, persiapan penyelenggaraan PON XXII kini memasuki tahap lanjutan, termasuk koordinasi teknis dengan pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan terkait.
PON XXII NTB–NTT 2028 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga terbesar di Indonesia, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kualitas atlet nasional, pengembangan infrastruktur olahraga, serta pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di daerah tuan rumah.



