AMBON,KKA.COM–– Keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang bagi tim bola basket asal Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) untuk mengikuti ajang Rebellion Cup yang berlangsung di Kota Ambon.
Perwakilan tim basket KKT, Ryan Afaratu, mengungkapkan bahwa sejak awal tim telah berupaya mengumpulkan dana melalui berbagai cara agar dapat berpartisipasi dalam turnamen tersebut. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengajukan proposal bantuan kepada berbagai pihak.
“Kami sudah berupaya mencari dana, salah satunya lewat proposal. Walaupun tidak sesuai target, kami tetap berangkat karena semangat kami tidak boleh padam,” ujar Ryan kepada wartawan, Rabu (6/5).
Ryan menjelaskan, meski berhasil tiba di Ambon untuk mengikuti kompetisi, timnya masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait biaya akomodasi, konsumsi, dan kebutuhan tempat tinggal selama berlangsungnya pertandingan.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat para pemain harus berjuang lebih keras demi tetap bisa mengikuti seluruh rangkaian pertandingan dengan baik.
“Kami kesulitan biaya hidup di Ambon. Bahkan ada pemain yang harus menggunakan uang pribadi untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.
Di tengah berbagai keterbatasan yang dihadapi, Ryan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Maluku yang telah meluangkan waktu mengunjungi tim serta memberikan bantuan dan dukungan moral.
Ia menilai perhatian yang diberikan tersebut menjadi penyemangat bagi para pemain untuk terus berjuang dan memberikan penampilan terbaik selama mengikuti Rebellion Cup.
Tim basket Kepulauan Tanimbar berharap dukungan dari berbagai pihak terhadap pengembangan olahraga di daerah semakin meningkat, sehingga atlet-atlet muda memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berkembang dan berprestasi di tingkat regional maupun nasional.



