
Ambon.KKA.COM—Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Ambon terus melakukan pembenahan organisasi sebagai bagian dari persiapan menghadapi berbagai agenda olahraga mendatang.
Salah satu fokus pembenahan tersebut yakni memastikan legalitas organisasi cabang olahraga yang menjadi anggota KONI Kota Ambon.
Sekretaris Umum KONI Kota Ambon, Paulus Joris mengatakan, pembenahan organisasi menjadi perhatian utama, terutama dalam memastikan setiap cabang olahraga memiliki legalitas formal serta tata kelola organisasi yang jelas.
“Legalitas formal dari organisasi olahraga itu sangat penting untuk kita menghadapi agenda ke depan. Ini sementara dikejar dan dilakukan oleh bidang organisasi,” kata Paulus dalam workshop peningkatan kapasitas humas KONI Kota Ambon di Ambon, Sabtu (19/9).
Workshop tersebut mengangkat tema “Manajemen Olahragawan, Kompleksitas Persoalan Olahraga, Hukum Keolahragaan, dan Dimensi Perlindungan Hukum bagi Jurnalis”.
Menurut Paulus, penguatan organisasi tidak hanya menyangkut struktur internal KONI, tetapi juga kesiapan cabang olahraga sebagai bagian dari organisasi olahraga di Kota Ambon.
Terlebih, pada 2027 mendatang terdapat agenda olahraga yang mengharuskan Kota Ambon melakukan persiapan sejak dini.
“Karena itu, pembenahan organisasi perlu dilakukan dari sekarang,” ujarnya.
Peran Humas dan Media
Paulus juga menekankan, pentingnya peran humas dan media dalam mendukung perkembangan olahraga di Kota Ambon.
Menurut dia, peliputan olahraga memiliki tantangan tersendiri karena setiap cabang olahraga mempunyai karakteristik serta istilah yang berbeda.
“Sesungguhnya jadi wartawan olahraga itu komplit, karena wartawan olahraga harus memahami semua hal yang kita lakukan di setiap cabang dengan istilah-istilah masing-masing. Kompleksitas di olahraga ini sangat banyak,” katanya.
Paulus mengapresiasi, peran wartawan dan insan media yang selama ini ikut mempromosikan berbagai kegiatan olahraga di Kota Ambon.
Dia menyebutkan, peran media akan semakin dibutuhkan dalam agenda seleksi atlet Kota Ambon yang direncanakan berlangsung November mendatang.
Dalam seleksi tersebut, KONI Kota Ambon akan menjaring atlet dari 18 cabang olahraga untuk dipersiapkan menghadapi agenda olahraga berikutnya.
“Di situlah peran teman-teman di media sangat menentukan,” tegasnya.
Paulus menjelaskan, berdasarkan pengalaman sebelumnya, kejuaraan tingkat kota dapat berlangsung selama satu hingga dua pekan. Karena itu, kolaborasi antara panitia, humas, cabang olahraga, dan media diperlukan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat diinformasikan kepada masyarakat.
Bahas Hukum Keolahragaan
Workshop tersebut juga membahas aspek hukum dalam penyelenggaraan olahraga, termasuk perlindungan hukum bagi jurnalis dalam menjalankan tugas peliputan.
Paulus berharap, kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemahaman insan humas dan media terhadap berbagai persoalan yang muncul dalam penyelenggaraan olahraga.
“Kami menyambut baik kegiatan ini dan semoga kegiatan ini berguna bagi perkembangan olahraga di Kota Ambon,” tuturnya.
Workshop menghadirkan dua narasumber, yakni, Novi Pinantoan yang membawakan materi terkait pemberitaan olahraga serta Rony Samloy yang membahas hukum keolahragaan dan perlindungan hukum bagi jurnalis olahraga.
Paulus menegaskan, sinergi antara KONI, humas, cabang olahraga, dan media menjadi bagian penting dalam memperkuat tata kelola organisasi sekaligus memperluas penyebaran informasi mengenai perkembangan olahraga di Kota Ambon. (**)


Tidak ada komentar